Jangan Respect Pada Berita Viral di Facebook, Ini Alasannya

Jangan Respect Pada Berita Viral di Facebook, Ini Alasannya

Beberapa tahun belakangan ini banyak sekali orang yang memanfaatkan moment-moment tertentu untuk membuat berita viral yang tujuannya tidak lain adalah keuntungan pribadi (uang). Salah satu topik yang paling disukai oleh berita viral adalah politik dan agama. Dua hal itu adalah yang paling sensitif jika dibahas ke publik, dan siapapun yang membacanya bisa langsung terprovokasi dan terjadilah pro kontra yang membuat sebuah staus, foto, tautan menjadi viral terus menerus (kebodohan yang berkepanjangan).

Dilain sisi, isi berita viral tersebut belumlah benar adanya. Pemilik akun yang membagikan konten mungkin saja tidak menuliskan lokasi kejadian, waktu kejadian, saksi mata dan tanggapan pihak terkait yang jelas. Tujuan awal pembuatan konten viral sejauh ini ada dua jenis yaitu:


1. Menjual Akun Facebook

Menjual akun Facebook adalah metode paling sederhana dari seorang spamer yang "sukses" membohongi jutaan orang di Facebook melalui status atau foto yang di upload di Facebooknya. Jika status atau foto sudah mendapatkan jutaan suka dan dibagikan lebih dari ratusan ribu orang maka akun siap untuk dijual dengan harga tinggi.

Kamu mungkin bertanya, apakah ada yang ingin membelinya? Pertanyaan itu memang wajar ditanyakan oleh orang awam dan jawabannya adalah Ada! Banyak perusahaan atau startup yang mencari akun seperti itu untuk tujuan pemasaran (promosi). Setelah akun dibeli oleh perusahaan maka status atau foto akan diubahnya menjadi konten promosi dan semua komentar yang tidak berkaitan dengan pemasaran mereka akan dihapus.

Banyak situs yang pernah mengulas hal ini salah satunya Kaskus, salah seorang kaskuser membeberkan tentang masalah "ketik amin dan share" yang pernah booming di tahun lalu, tapi sayangnya hanya sedikit orang yang memperhatikan. Masih banyak orang yang mudah terprovokasi di internet khususnya jejaring sosial Facebook padahal sedang dibodohi oleh satu orang yang ingin mencari keuntungan pribadi.

Tips untuk menghindari hal ini adalah: mencari tau sumber terpercaya dari status atau foto yang dibagikan. Jangan asal menyukai, membagikan apalagi berkomentar. Ciri-ciri paling sederhana agar kamu terhindar ialah melihat akun yang membagikan pertama kali staus atau foto tersebut, jika akun tersebut adalah milik orang terkenal atau lembaga yang pasti memberikan informasi atau berita yang bisa di pertanggung jawabkan, sudah dipastikan akun tersebut memiliki keanggotaan khusus di Facebook (terverifikasi).


2. Mendulang Uang Dari Iklan

Hal ini adalah yang biasa dilakukan oleh situs-situs berita di seluruh dunia. Mereka membagikan tautan kemudian bersponsor (modal dulu) yang linknya mengarah ke situs berita mereka yang sudah berisi iklan beragam jenis. Judul beritanya sangat mencengangkan hingga siapapun yang melihatnya akan meng-klik tautan tersebut padahal isi beritanya sama sekali bertolak belakang dengan judulnya (lebay). Ya, mereka hanya mencari keuntungan dari iklan tersebut tanpa memikirkan isi beritanya. Asal ada banyak orang yang yang mengunjungi, mereka sudah terbilang untung berlipat-lipat ganda dari modal awalnya bersponsor.

Itulah alasan mengapa kamu jagan terlalu respect kepada berita viral di Facebook. Selain yang saya jelaskan diatas, mungkin masih ada banyak metode yang lebih rumit lagi untuk membodohi pengguna Facebook yang mudah terprovokasi. Lain waktu akan saya jelaskan lagi apa saja cara-cara yang digunakan spamer untuk melakukan hal negatif seperti itu.

Initnya adalah kamu harus tetap tenang dalam membaca berita dan jangan mudah terbujuk oleh kata-kata agar tidak terprovokasi.

BE A SMART READER.


Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler