Dua Cara Antisipasi Kehilangan Data Penting Jika Windows Error

Dua Cara Antisipasi Kehilangan Data Penting Jika Windows Error

Beberapa hari yang lalu saya sempat mengalami kegagalan booting pada Windows 10 yang disebabkan karena mati listrik tiba-tiba di wilayah rumah saya. Karena hal tersebut, menyebabkan seluruh data pada komputer saya hilang karena saya install ulang komputer-nya. Gak begitu sedih sih karena memang hanya menyimpan lagu dan film di hardisk komputer. Tidak ada data penting yang saya simpan pada hardisk karena saya tau inilah resikonya jika menyimpan data penting pada komputer pribadi.

Sudah cukup lama memang saya tidak lagi menyimpan data penting pada hardisk komputer pribadi, selain takut kejadian seperti ini makanya saya sempatkan waktu untuk selalu melakukan backup data dan antisipasi jikalau Windows tiba-tiba error tanpa sebab yang pasti.

Awal mula error ini muncul saat listrik mati tiba-tiba dan pada saat itu komputer saya sedang dalam keadaan booting (memulai). Setelah listrik menyala kembali dan saya hidupkan komputer, ternyata fitur Automatic Reair Windows bekerja. Meskipun terhubung dengan LAN ke internet, tapi Repair tetap tidak berhasil alhasil kegagalan booting timbul dan mengakibatkan tidak bisa masuk ke menu Windows.

Memang ada banyak cara untuk menyelamatkan data yang ada pada hardisk meskipun Windows dalam keadaan error yang penting hardware tidak dalam keadaan error atau rusak. Dengan menggunakan Linux Live USB kamu bisa mengambil data-data pada hardisk dan menyalinnya ke hardisk prtable atau alat lainnya untuk membackup. Tentunya kapasitas alat backup mencukupi untuk menyimpan semua data yang ada pada hardisk komputer kamu yang WIndows-nya error.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya mengikhlaskan semua lagu dan film yang sudah cukup lama saya koleksi terhapus tanpa sisa. Sisi baiknya saya jadi memiliki pengalaman tentang hal ini dan ingin berbagi kepada kamu mengenai Dua Cara Antisipasi Kehilangan Data Penting Jika Windows Error yang siapa tau bisa bermenfaat dan menambah pengetahuan. Berikut caranya :

1. Menyiapkan Flash Drive Bootable


Menyiapkan Flash Drive Bootable

Flash drive atau flash disk ini berfungsi untuk menyimpan sistem Linux Live USB yang mana bisa mengambil data pada komputer yang mengalami Windows error. Kamu perlu menyiapkan flash drive berukuran minimal 8GB dan baiknya 16GB untuk mengikuti cara ini.

Syarat utamanya adalah membuat flash drive ini menjadi bootable. Kamu bisa menggunakan Linux OS sebagai sistem untuk dijalankan pada flash drive. Ada bermacam-macam distro Linux di internet yang kamu suka asalkan bisa untuk bootable.

Info : Selain dapat mengambil data pada Windwos yang error, flash drive yang sudah bootable juga bisa untuk menginstal sistem operasi Linux ke hardisk komputer kamu dengan catatan data pada komputer akan hilang semuanya. Tapi, komputer kamu akan kembali hidup normal dengan sistem operasi yang baru yaitu Linux.

Bagaimana cara membuat flash drive bootable?

Banyak cara yang bisa kamu lakukan, salah satunya dengan software bernama Rufus. Software kecil tersebut bisa membuat flash drive menjadi bootable hanya dalam hitungan menit. Cara penggunaannya juga terbilang mudah dan sederhana. Berikut ini cara membuat flash drive bootbale dengan Rufus.

a.) Pertama-tama kamu harus memiliki file .iso dari distro Linux yang kamu pilih (bisa Ubuntu, Elementary OS, Korora, dll). Jika belum memilikinya, download terlebih dahulu file .iso nya dari situs resmi distro Linux yang kamu pilih. Pastikan versi Linux yang ingin kamu gunakan dan download sesuai dengan arsitektur komputer kamu 32-bit atau 64-bit dan jangan lupa untuk memastikan Intel atau AMD.

b.) Jika kamu sudah memiliki file .iso dari distro Linux yang kamu pilih, langkah selanjutnya adalah download software Rufus dan install ke komputer kamu. Ketika install berhasil buka Rufus dan pilih sesuai nama distro Linux yang kamu ingin gunakan. Untuk lokasi installasi pilih flash drive.

c.) Klik Start dan tunggu beberapa menit hingga installasi selesai.

Saat selesai dan berhasil, maka flash drive akan menjadi bootable dan kamu bisa booting komputer melalui flash drive tersebut.

Nah disinilah manfaatnya memiliki flash drive yang bootable. Apabila Windows pada komputer kamu error, tinggal tancapkan saja flash drive yang sudah bootable ke komputer kamu dan booting melalui flash drive tersebut. Dengan begitu kamu bisa melihat, mengambil, menghapus data yang ada pada hardisk komputer kamu.


2. Selalu Rajin Backup Data Penting

Selalu Rajin Backup Data Penting

Bukan tidak mungkin Windows dan komputer bisa error atau rusak kapan saja dalam waktu yang tidak terduga. Hal tersebut membuat pekerjaan tambahan bagi kamu untuk mengambil seluruh data pada hardisk yang besar totalnya bervariasi, terlagi jika hardisk kamu berisi data pekerjaan kantor atau kuliah.

Dengan selalu membackup data penting kamu ke Cloud Backup bisa mengamankannya meskipun Windows atau komputer kamu rusak tiba-tiba. Data penting kamu akan tersimpan aman pada Cloud Backup dan bisa kamu ambil lagi melalui komputer atau smartphone kapanpun.

Apa sih Cloud Backup dan bagaimana menggunakannya?

Cloud Backup adalah layanan penyimpanan awan gratis yang banyak disediakan oleh perusahaan teknologi. Beberapa penyedia layanan Cloud Backup gratis adalah Google Drive (milik Google), OneDrive (milik Microsoft), BOX, Dropbox, dan lain sebagainya.

Cara menggunakannya cukup sederhana, hanya membuat akun dan meng-upload data penting kamu disana. Tenang, data kamu tetap rahasia karena semua Cloud Backup terkenal memiliki fitur enkripsi yang mana orang lain selain kamu tidak dapat melihat ataupun mendownload data kamu.

Pengambilan data dari Cloud Backup juga mudah, kamu hanya perlu login pada situs resminya melalui browser komputer atau smartphone dan bisa langsung mendownload data yang kamu simpan disana.


Begitulan Dua Cara Antisipasi Kehilangan Data Penting Jika Windows Error yang bisa kamu pelajari dan ambil manfaatnya. Jika Windows sudah error atau komuter sudah rusak kamu tidak akan mungkin bisa melakukan banyak hal termasuk dua cara diatas. Jadi, mulai sekarang siapkanlah satu flash drive yang bootable untuk mengambil data penting kamu jika Windows error dan selalulah backup data penting ke Cloud Backup sebelum komputer rusak.

Ini hanyalah antisipasi untuk mengurangi resiko jika suatu saat hal terburuk terjadi pada Windows atau komputer kamu.

Tentunya kita semua tidak ingin mengalami hal-hal tersebut, tapi yang namanya perangkat lunak dan perangkat elektronik juga memiliki umur dan mereka bisa saja error atau rusak tanpa adanya tanda-tanda.


Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler