5 Panduan Awal Menggunakan Kali Linux Untuk Pemula

5 Panduan Awal Menggunakan Kali Linux Untuk Pemula

Sebagai distro linux yang paling terkenal di kalangan hacker dan digital forensik, Kali adalah sistem operasi yang paling sulit digunakan. Bukan karenan keamanannya yang ekstra ketat, Kali sebagai alat perang dunia maya Kali memang harus tetap dalam kondisi terproteksi.

Banyak pengguna windows yang beralih menggunakan linux karena di sistem operasi berbasis GPL ini jarang sekali (bahkan hampir tidak mungkin) di infeksi oleh virus, malware, adware maupun beragam file milliciious lainnya. Ribuan server diseluh dunia juga memanfaatkan linux sebagai sistem operasinya.

Tak sedikit juga orang yang sekedar mencoba-coba Kali untuk dijalankan pada komputer atau laptop tapi jarang yang betah menggunakannya untuk jangka waktu yang panjang. Selain sulit digunakan, banyak perbedaan antara Kali dengan sistem operasi linux lain.

Karena saking sulitnya menggunakan Kali, bahkan menginstall software pun perlu cara tersendiri. Hal ini tentu cukup membingungkan bagi pemula yang pertama kali menggunakan Kali.

Disini saya akan memberikan sedikitnya 5 Panduan Awal Menggunakan Kali Linux Untuk Pemula yang mana bisa menjawab ke bingungan kamu yang baru menggunakan Kali.


1. Menginstall Software

Kali berbeda dengan Ubuntu, meskipun sama-sama turunan Debian tapi Ubuntu lebih mudah digunakan karena sudah memiliki software center (toko aplikasi) pada sistem operasinya yang dapat menginstall atau menghapus software dengan mudah. Seluruh alat-alat sudah ter-bundle dalam sistem operasinya. Jika kamu ingin memasang software yang kamu download dari internet, kamu tidak akan mungkin bisa menginstallnya hanya 2x klik seperti pada sistem operasi Ubuntu atau Windows. Kali memerlukan seikit teknik untuk menginstall software. Berikut caranya :

a.) Siapkan software yang ingin kamu install pada Kali (biasanya berektensi .deb). Letakkan software tersebut pada folder Unduhan.

Info: Dalam panduan ini saya menggunakan software Opera Browser

b.) Buka Terminal dan ketikkan cd /root/Unduhan dan enter, kemudian ketik lagi sudo dpkg -i opera.deb maka software akan terekstrak dan menginstall secara otomatis jika verifikasi keamanannya dianggap valid oleh Kali.

* Yang berwarna merah kamu ganti dengan nama software yang ingin di instal.

c.) Setelah install berhasil, ketik exit dan selesai.

Sekarang kamu bisa mengecek pada menu aplikasi apakah terinstall ataukan tidak.


2. Menghapus Software

Karena diperlukan permainan dalam Terminal, jadi hampir semua kegiatan di Kali menggunakan Terminal termasuk dalam hal menghapus software (uninstall). Berikut cara untuk menghapus software pada Kali.

a.) Buka Terminal dan pastikan kamu sudah mengetahui software mana yang ingin dihapus. Jika sudah mengetahuinya ketikkan apt-get remove package package adalah nama paket software-nya. Seperti contoh apt-get remove wps-office adalah perintah untuk menghapus WPS Office.

* Yang berwarna merah kamu ganti dengan nama package yang ingin di hapus.

Info: Untuk mengetahui daftar package yang ada di sistem kamu, ketikkan apt-cache pkgnames maka kamu akan melihat daftar package yang terinstall pada sistem.

b.) Jika muncul pertanyaan saat menghapus, ketik huruf Y yang berarti yes atau N yang berarti no. Jika kamu ketik Y software akan di copot dari sistem kamu.


3. Membuat Partisi

Karena di linux pengaturan sistem sangat jauh berbeda, membuat partisi pada hardisk pun juga berbeda. Kamu perlu membagi-bagi hardisk dengan software yang biasanya sudah terinstall pada sistem Kali yang bernama GParted. Software tersebutlah yang berfungsi untuk membuat partisi pada hardisk kamu.


4. Membuat FIle Baru

Membuat file baru di windows bisa dilakukan hanya dengan klik kanan dan pilih jenis file yang ingin dibuat. Tapi di Kali membuat file jauh berbeda dan tidak bisa dilakukan melalui File Manager. Kamu harus menggunakan Terminal untuk membuat file baru seperti .txt, .html, .php, dan lain-lain. Berikut cara untuk membuat file pada Kali.

a.) Buka Terminal dan ketikkan cat > namafilenya.txt saat kamu menekan Enter berarti file baru telah dibuat dan kami bisa langsung mengisinya dengan teks atau biarkan kosong.

* Yang berwarna merah kamu ganti dengan nama file yang ingin di buat.

b.) Jika selesai dan ingin menyimpan file tersebut, tekan tombol CTRL + D secara bersamaan.


5. Pengenalan Command Line Linux

Pada prinsipnya, Kali dibuat sedemikian rupa khusus untuk melakukan tes hacking kepada web aplikasi atau jaringan yang mana programmer bisa dengan leluasa mencari celah pada aplikasi web atau jaringan yang dikelolanya. Oleh karena itu, banyak perintah (command) yang harus diketahui oleh pengguna Kali.

Jika kamu benar-benar ingin menggunakan Kali, kamu harus sedikit mengetahui dan menghafal perintah untuk menjalankan satu kegiatan pada Kali. Saya memiliki beberapa referensi yang bisa kamu jadikan acuan untuk belajar sedikitnya perintah dasar Kali. Berikut daftarnya :

[Official] Debian GNU/Linux Tutorial
[eBook] The Linux Command Line
[eBook] Advanced Linux Programming
[Forum] Kali Linux Community
[Forum] Kali Linux @Kaskus

Nah itulah 5 Panduan Awal Menggunakan Kali Linux Untuk Pemula yang bisa kamu pelajari secara singkat melalui artikel ini. Jangan lupa di simpan atau bookmark agar mudah kamu kunjungi lagi.

Sekedar informasi: Kali sangat tidak dianjurkan bagi kamu yang baru mengenal Linux. Kamu bisa menggunakan distro linux lain agar lebih mempermudah penggunaan dan pembelajaran awal menggunakan linux seperti Ubuntu, Kubuntu atau Elementary OS.


Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler