Cara Mengatasi Agar Video YouTube Tidak Terkena Copyright Notice

Cara Mengatasi Agar Video YouTube Tidak Terkena Copyright Nitice

Siapa sih yang ga kenal YouTube, salah satu anak perusahaan Google ini memang menjadi alternatif televisi bahkan bisa dibilang lebih dari pada TV. Tak bisa dibantah, apapun yang kita ingin tonton semuanya ada di YouTube. Mulai dari video klip musik, video trailer film hingga video-video unik, lucu dan informasi bermanfaat dapa kita saksikan dengan mudah di YouTube.

Awalnya, YouTube hanyalah situs streaming video biasa sebelum dibeli oleh Google pada 2014 silam. Kini semenjak diinangi oleh Google, YouTube menjadi situs besar yang dibutuhkan oleh banyak orang untuk mencari hiburan dan memdapatkan keuntungan.


Keuntungan?



Ya, di YouTube kamu bisa memperoleh keuntungan berupa uang tunai yang bisa dikatakan sebagai bayaran buat orang-orang yang sudah berbagi video di YouTube.


Bagaimana cara mendapat keuntungan di YouTube?


Untuk mendapatkan keuntungan dari YouTube kamu perlu memiliki akun YouTube yang sudah terkenal, sebab YouTube hanya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah jika akun YouTube sudah memiliki lebih dari 1.000 Subscribe dan 4.000 Jam tayangan. Artinya, akun yang sudah memiliki spesifikasi seperti itu akan bisa memperoleh pendapatan dari YouTube.

Agar lebih jelas, berikut ini syarat-syarat yang perlu kamu patuhi jik ingin mendapatkan keuntungan dari YouTube :


Peraturan Baru YouTube Adsense
Peraturan Baru YouTube Untuk Monetisasi


Apabila akun YouTube kamu sudah memenuhi syarat seperti gambar diatas, itu berarti akun kamu siap untuk digunakan (Monetisasi) sebagai penghasil uang. Untuk melihat seberapa jauh kemajuan akun kamu bisa mengeceknya di halaman ini https://www.youtube.com/account_monetization pastikan kamu sudah login di YouTube sebelum mengaksesnya.


Iklan seperti apa dan bagaimana caranya?


YouTube memiliki periklanan tersendiri yang bernama Adsense dimana para YouTuber kelas dunia juga menggunaka periklanan ini untuk ditampilkan pada video-video mereka. Untuk cara menggunakan iklan ini ke video YouTube kamu, caranya cukup mudah. Kamu hanya perlu mengaktifkan Monetisasi akun yang ada pada bagian Features kemudian tunggu beberapa hari sampai Tim YouTubr meninjau akun kamu.




Jika akun kamu belum pernah mendapat teguran mengenai Copyright Notice, kemungkinan untuk diterima sebagai penayang iklan lebih besar. Tapi, jika akun kamu sudah pernah terkena atau bahkan masih menunjukkan notifikasi tentang konten berhak cipta, kemungkinan untuk diterima lebih kecil.

Setelah ditinjau oleh Tim YouTube maka seluruh video kamu akan berisi iklan tanpa perlu kamu atur lagi. Namun kamu juga bisa mengontrol video mana yang tidak ingin diberi iklan.

Jika akun kamu sudaj diterima dan iklan sudah tayang, tahap terakhir adalah terus mempromosikan video kamu atau terus mengembangkan channel kamu dengan rajin mengunggah video-video yang tentunya tidak melanggar kebijakan YouTube.

Dilain sisi, untuk YouTuber pemula yang selalu ingin instan pasti tidak mau repot membuat video. Mereka justru akan melakukan reupload (upload ulang) video yang sudah ada di YouTube ke akun pribadi milik mereka.

PERINGATAN : Reupload adalah tidakan yang salah dan cara yang dilarang keras oleh YouTube karena menyebarkan hasil karya orang lain tanpa izin. Tapi pelaku reupload terbilang tinggi khususnya di Indonesia. Berbagai cara dilakukan oleh reuploader untuk mendapatkan uang melalui cara singkat yang kurang pantas juga dibenci oleh pemilik hak cipta yang sah.

Akun YouTube yang terbukti sering terkena pelanggaran atau Copyright Notice tentu akan di suspend sementara bahkan diblokir permanan oleh YouTube jika sang pemilik akun tidak pintar-pintar bermain drama #ehh.




Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh YouTuber reupload agar video yang berisi musik berhak cipta tidak terdeteksi sebagai duplikat dan terkena Copyright Notice. Berikut caraya :



Cara Mengatasi Agar Video YouTube Tidak Terkena Copyright Notice




1. Mixer Suara Audio / Vokal


Untuk menghindar dari pesan peringatan mengenai konten berhak cipta khsusnya konten audio, kamu bisa melakukan mixer pada audio yang ingin kamu gunakan. Ada banyak software yang dapat dipakai untuk melakukan mixer audio seperti FL Studio atau software semacamnya.

Bagi kamu yang belum tahu apa itu Mixer Audio bisa membacanya telebih dahulu disini.


2. Mengubah Bitrate Audio


Bitrate adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah data yang diolah dalam jumlah waktu tertentu. Tergantung dari konteksnya, pengukuran umum dari bitrate biasanya menggunakan istilah kilobyte per second (kbps) dan Megabyte per second (Mbps). Apapun unit yang tengah diukur, semakin tinggi angka bitrate ini, biasanya menggambarkan kualitas file yang tinggi atau semakin cepat. Baca lebih lengkap mengenai bitrate disini.

Untuk urusan audio juga memiliki bitrate yang bisa kamu ubah ukurannya kelebih rendah (compress). Dengan mengurangi ukuran bitrate, tentu suara audio yang dihasilkan akan menurun dan tidak akan serupa dengan versi asli / originalnya lagi.

Banyak aplikasi Android dan software komputer yang dapat digunakan untuk memperkecil ukuran audio seperti Mp3Resizer salah satunya. Selain itu juga banyak situs web yang menyediakan fasilitas compress audio online seperti Mp3 Smaller. Jadi kamu tinggal pilih saja mana yang menurut kamu paling mudah digunakan dan menghemat waktu.


3. Menghapus Metadata Audio


Kalau kamu ingin mengunggah video yang berisi audio ke YouTube namu audio yang kamu gunakan adalah lagu atau musik terkenal yang direkam di dapur musik ternama, itu tentu akan menyebabkan video kamu terkena sangsi Copyright Notice.

Hal ini biasanya disebabkan oleh metadata dari audio yang terdapat pada audio belum dihilangkan atau bahkan audio tersebut memang original dan belum dirubah. Untuk menghapus metadata dari file audio kamu bisa memangaatkan software atau situs web online yang memiliki fitur memodifikasi metadata audio.

Saya anjurkan untuk menggunakan Audio Shell atau Mp3Tag untuk komputer. Sedangkan untuk Android bisa memakai Star Music Tag Editor lalu jika kamu tidak mau memakai software atau aplikasi bisa juga dengan menggunakan situs web Mp3 Tag Editor Online.


4. Mempercepat / Memperlambat Durasi


Yang satu ini mungkin jarang yang menggunakan kecuali audio memang terbilang lagu yang di remix. Lagu biasa seperti genre POP, Slow dan lainnya yang bernada santai tidak akan enak jika dipercepat atau diperlambat.

Tapi dengan mempercepat atau memperlambat durasi audio tentu pendeteksi YouTube tidak akan bisa mendeteksi audio dalam video kamu dan cara ini termasuk yang paling sering digunakan oleh pemilik video dengan lagu mixing, dj house, rap, dan semacamnya yang bernada cepat.


5. Gunakan Upload Pribadi


Menurut forum YouTube khusus reuploader yang pernah saya baca, agar terhindar dari pendeteksian otomatis kamu diharuskan mengupload video tersebut dalam mode Pribadi. Setelah video berhasil di upload, tunggu beberapa jam apakah ada peringatan atau tidak. Jika tidak ada, itu menandakan bahwa vieo kamu lolos dan bisa kamu rubah ke Publik.

Cara mengelabui sistem pendeteksian YouTube ini terbilang sederhana tapi setelah saya coba sendiri ternyata berhasil lho hehe.


6. Cari Audio / Lagu Lain


Terakhir adalah menggunakan audio dari situs lain. Misalnya kamu menggunakan audio yang di download dari situs A, jika terkena peringatan Copyright cobalah untuk mencari audio lain di situs B dan begitu seterusnya.

Cara ini sebenarnya sudah lama tersiar di internet dan masih nayak reuploader yang memakai cara ini untuk menghindar dari pendeteksian konten berhak cipta.



Dengan menggunakan cara diatas kamu bisa menetralisir agar video yang berisi musik tidak terkena Copyright Notice.

Kedepannya mungkin akan ada cara lain yang lebih maknyus, saya akan update artikel ini jika mendapat ide dan cara baru, jadi jangan lupa bookmark artikel ini.

Stay tune :)

Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler



DMCA.com Protection Status