Review: Manjaro Linux Paling Cepat dan Stabil

Manjaro Linux Paling Cepat dan Stabil

Manjaro adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Roland Singer, Guillaume Benoit, Philip Müller yang pertama kali dirilis pada 10 Juli 2011. Manjaro menjadi salah satu OS Linux paling populer saat ini, Mei 2018, menurut pantauan saya di Distrowatch, yaitu situs terpercaya yang mengulas semua tentang sistem operasi keluarga Unix, BDS dan Solaris.

Menurut pandangan pribadi, Manjaro adalah sistem operasi Linux yang paling cepat dan stabil karena saat saya menggunakannya selama beberapa minggu ini tidak menemukan masalah apapun, kecuali untuk menjalankan LAMP (Linux, Apache, MySQL dan Perl/PHP/Phyton) yang mengharuskan kita (pengguna) mengkonfigurasi manual. Bisa dibilang menginstall LAMP di Manjaro atau trunan Arch Linux lainnya perlu ketelitian dan kemampuan lebih agar sempurna dan dapat dijalankan.



Sebelumnya juga saya sudah mencoba beberapa distro Linux lain seperti turunan Debian dan Ubuntu yang memiliki GUI menarik. Tapi karena saya masih memakai komputer klasik, tepatnya AMD A6 dengan RAM 4GB, yang sekarang ini sudah sangat jauh tertinggal (termasuk komputer jadul). Jadi saya mengalami beberapa masalah saat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan (multi tasking) seperti crash dan force close, namun itu tidak terjadi saat saya menggunakan Manjaro.

Akhirnya saya tetapkan untuk terus menggunakan Manjaro karena juga banyak situs yang mengulas Linux dan merekomendasikan distro ini karena memiliki kestabilan yang cukup sempurna dan tidak membutuhkan sistem requirements yang tinggi untuk menginstallnya. Manjaro Linux hanya membutuhkan komputer atau laptop dengan RAM 2GB serta HDD 30GB agar dapat bekerja dengan sempurna.

Selain itu GUI dari Manjaro juga terlihat seperti sistem operasi berkelas yang akan membuat kita nyaman dan tidak bosan melihatnya.


Manjaro Linux Home Screen
Manjaro Linux Home Screen


Sistem operasi Manjaro berbasis Arch Linux dan memiliki repositorinya sendiri.




Manjaro Linux memiliki tujuan untuk pengguna pemula namun tetap menjaga basis Arch-nya, terutama pengatur paket Pacman dan kompatibel dengan Arch User Repositories (AUR).


Manjaro Linux Package Manager
Manjaro Linux Package Manager


Manjaro Linux menggunakan tiga set repositori yaitu :

1. Repositori Unstable yang berisi paket Arch paling terbaru.
2. Repositori Testing berisi paket dari repo unstable yang disinkronisasikan setiap minggu dan memberikan pengetesan awal.
3. Repositori Stable hanya berisi paket yang telah dianggap stabil oleh tim pengembang Manjaro Linux.

Manjaro Linux juga hadir dengan installer teks CLI (Command Line Interface) dan sebuah installer grafis. Manjaro Linux memakai jenis Rolling Release yang berarti pengguna tidak perlu menginstall ulang sistem untuk memperbaharuinya.

Manajemen paket dikelola oleh Pacman melalui Command Line (Terminal), dan pengatur paket Frontend berbasis GUI (Xfce) & Octopi (Openbox) yang dapat dikonfigurasi. Repositorinya diatur dengan BoxIt, yang didesain mirip seperti git.



Buat kamu yang memakai komputer dengan spesifikasi setara dengan komputer saya, kamu juga bisa menjalankan Manjaro Linux. Sistem operasi ini memang terbilang sangat cocok untuk pemula Linux karena tidak mengharuskan kita memakai Terminal untuk mengkonfigurasi sistem atau memasang dan mencopot aplikasi.


Manjaro Settings
Manjaro Linux System Settings


Semua fitur tersebut sudah dihadirkan dalam bentuk grafis yang artinya kita cukup mengklik-klik saja tanpa harus mengetikkan perintah.

Di sistem operasi Manjaro juga sudah dilengkapi dengan beragam aplikasi umum agar pengguna bisa langsung menggunakan Manjaro seperti Mozilla Firefox, Libre Office, Audacious (Mp3 Player), VLC (Video Player), dan banyak lagi.

Tertarik untuk menggunakan Manjaro Linux?

Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 komentar:

Posting Komentar