Cara Backup dan Restore WordPress Manual

Cara Backup dan Restore WordPress Manual

Backup atau mencadangkan adalah cara paling umum yang dipakai untuk mengamankan data. Pada artikel ini saya akan berbagi Cara Backup dan Restore WordPress Manual melalui cPanel (kontrol panel web hosting).

Banyak blog dan web yang sudah menyajikan tutorial migrasi WordPress dengan cara manual, tapi apa salahnya kalau saya tulis di blog ini dengan gaya bahasa dan tata cara saya sendiri ya hehe.



INFORMASI : Di dalam kontrol panel web hosting sudah disediakan fitur untuk backup dan restore otomatis yang artinya kamu hanya perlu klik-klik saja untuk melakukan migrasi.

Namun dengan cara otomatis, tentu kesalahan atau error sering terjadi karena ketidak cocokan antara web hosting pertama (backup) dan web hosting kedua (restore). Contoh sederhananya adalah perbedaan versi program web yang dijalankan. Misalnya hosting pertama menggunakan PHP v7 dan hosting kedua memakai PHP versi 5, tentu saja itu akan menjadikan kesalahan karena banyak fitur yang seharusnya bekerja normal di PHP 7 menjadi error karena bedanya versi PHP tersebut.

Maka dari itu, sebelum migrasi WordPress atau website kamu perlu mencermati fitur dan fasilitas apa saja yang diberikan hosting yang kamu pilih untuk me-restore. Penjelasan ini suah saya tulis pada artikel sebelumnya yaitu Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyewa Web Hosting.

Oke tidak perlu bertele-tele ya, langsung saja kita mulai melakukan praktik backup dan restore WordPress self-hosted.


Cara Backup WordPress Manual


1. Login ke cPanel hosting yang kamu gunakan saat ini (sebut saja hosting A), kemudian buka menu File Manager dan arahkan ke direktori tempat kamu menginstall WordPress.




2. Pilih semua file dan folder dalam direktori penginstallan WordPress lalu klik Kompresi untuk di arsip (zip/rar).


Compress WordPress Directory


Buat nama arsipnya dan klik Compress File(s), setelah selesai di kompresi download file arsipnya.


Nama Arsip


3. Kembali ke cPanel dan kali ini pilih menu phpMyAdmin. Setelah masuk di dalam phpMyAdmin, pilih nama database yang kamu gunakan untuk WordPress. Misalnya di dalam phpMyAdmin ada beberapa nama database dan kamu tidak tahu mana database yang digunakan untuk WordPress, caranya cukup mudah. Buka file manager dan buka direktori tempat penginstallan WordPress lagi, cari file yang bernama wp-config.php dan lihat isi dalam file tersebut seperti gambar dibawah ini.


Database



Dari gambar diatas, pada baris nomor 23 adalah nama database dan baris 26 adalah user database.

 BACA JUGA :  Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Baru Menggunakan WordPress

Jika kamu sudah mengetahui nama databasenya, sekarang kamu kembali ke phpMyAdmin dan klik nama databasenya lalu klik Export untuk mendownload seluruh table dalam database.


Export Database


4. Sampai disini kamu sudah membackup seluruh WordPress yaitu data website dan database.



Cara Restore WordPress Manual


Kalau kamu sudah memiliki data website dan database dari backupan WordPress, sekarang kamu bisa restore (mengembalikan) di hosting lain (sebut saja Hosting B). Untuk me-restore WordPress ke hosting baru, simak cara dibawah ini.




1. Masuk ke cPanel hosting B dan buka menu File Manager kemudian upload file arsip backupan data WordPress kamu. Dan setelah upload selesai, ekstrak arsipnya.


Ekstrak


2. Jika arsip sudah di ekstrak, kembali ke cPanel lagi untuk me-restore database. Pilih menu Database MySQL kemudian buat nama database dan user database.


Buat Database Baru


Kalau sudah, beri izin (permission) user database untuk mengelola database dengan cara menambahkan user ke database.


Tambah User Ke Database


Ketika klik Tambah, kamu akan diarahkan ke halaman yang bisa mengatur izin user ke database. Bauknya berikan semua izin user untuk mengelola database.

 BACA JUGA :  Plugin SEO Paling Ampuh Untuk WordPress


Hak Akses User Database


3. Setelah itu, kembali ke cPanel lalu pilih menu phpMyAdmin. Klik nama database yang baru saja kamu buat, kemudian klik Import database backupan yang kamu miliki.


phpMyAdmin


4. Terakhir adalah merubah user dan nama database pada pengaturan konfigurasi WordPress. Isi nama user, nama database dan password database baru kamu di wp-config.php dengan cara cari file yang bernama wp-config.php di File Manager tempat kamu me-restore WordPress kemudian edit / ubah lalu simpan.



5. Selesai!


Begitulah Cara Backup dan Restore WordPress Manual. Kamu juga perlu mengubah Nameserver (NS) jika domain ingin di alihkan dari Hosting A ke Hosting B. Dengan begitu hasil restore kamu akan bisa dilihat jika hosting B sudah menggunakan domain.

Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 komentar:

Posting Komentar