6 Benda Yang Dulunya Dianggap Sakral Kini Jadi Aksesoris Biasa

Benda Benda Sakral

Banyak masyarakat yang bermukim di pedalaman desa masih kental dengan tradisi adat dan sangat menghormati benda-benda yang dianggap sakral. Benda-benda yang diyakini masyarakat mengandung mistik tersebut, seringkali dijadikan benda yang memiliki nilai jual (dihargai) dengan cara di mahar. Bahkan terkadang memerlukan cara khusus untuk memindah tangankan benda yang dianggap sakral seperti ritual atau syarat tertentu.

Tapi semakin modern dan majunya perkembangan jaman, sedikit demi sedikit tradisi mengkramatkan benda-benda sakral mulai ditinggalkan. Ada beberapa benda yang saat ini sudah bisa dimiliki oleh masyarakat umum tanpa harus melakukan ritual atau menjalani syarat khusus untuk memilikinya. Dan inilah beberapa benda sakran yang kini sudah menjadi benda biasa.



Kulit Macan

Kulit Macan

Kulit macan atau harimau adalah benda yang sangat jarang untuk dilihat masyarakat umum, kecuali di hewannya itu sendiri. Kebanyakan yang memiliki kulit macan hanya untuk disimpan didalam dompet, sabuk, atau tempat lainnya yang tidak terlihat.

Benda yang satu ini sangat terkenal kesakralannya, bahkan di televisi (khususnya film pendekar) seringkali menampilkan adegan yang memuat kulit macan sebagai aksesoris misalnya gelang, sabuk, dan ikat kepala.


Taring Macan

Taring Macan

Ternyata taring macan kini sudah bukan lagi benda yang sakral dimata masyarakat. Ada saja oknum yang berani menjual taring macan asli atau harimau. Taring macan adalah benda yang sangat terlarang untuk dijual belikan karena dapat mengancam keselamatan dan kelangsungan hidup harimau itu sendiri.




Untungnya, tidak semua taring macan yang dijual di internet adalah taring asli, melainkan replika yang mirip dengan aslinya.


Kuku Macan

Kuku Macan

Selain kulit dan taringnya, salah satu bagian tubuh harimau yang masih termasuk dalam benda sakral adalah kukunya. Kuku harimau seringkali digunakan sebagai liontin kalung sama seperti taringnya.

Banyak penjual kuku macan replika di internet, situs e-commerce menjadi tempat menjual yang bagus untuk para pengrajin benda sakral replika.


Taring Babi Hutan

Taring Babi Hutan

Taring babi hutan adalah salah satu benda yang sering digunakan oleh tokoh adat dari suku yang ada di Indonesia, khususnya di daerah Kalimantan. Taring babi yang sudah melingkar adalah jenis taring yang paling sering dipakai tokoh-tokoh adat seperti dijadikan gelang lengan, gelang kaki, dan aksesoris lainnya.

Saat ini taring babi telah digunakan oleh banyak masyarakat umum sebagai aksesoris. Tentu saja taring babi yang dijual bebas bukanlah taring yang sama persis dengan yang digunakan oleh tokoh adat. Meskipun sama-sama asli, namun jika diperhatikan ada perbedaan yang sangat jelas terlihat pada bentuk fisiknya.




Taring babi yang dijual bebas di internet adalah taring babi hutan biasa, sedangkan taring babi yang digunakan oleh tokoh adat adalah taring raja babi yang sudah sangat tua dan memiliki bentuk fisik yang melingkar.


Kulit Penyu

Gelang Kulit Penyu

Tahukah kamu bahwa di wilayah timur Indonesia banyak masyarakat yang menggunakan gelang dari kulit penyu? Sekilas bentuk gelang dari kulit penyu ini mirip dengan gelang plastik yang banyak dijual ditoko aksesoris, namun jika diperhatikan lebih detail, itu sangat berbeda.

Kulit penyu yang sudah dihaluskan dan dibentuk sedemikianrupa memiliki tekstur lentur dan tidak mudah patah. Gelang ataupun cincin yang terbuat dari kulit penyu ini bisa ditemukan diberbagai situs online shop dengan harga bervariasi.


Akar Bahar

Gelang Akar Bahar Jumbo

Saat saya masih kecil dulu, saya berfikir bahwa orang yang menggunakan gelang dari akar bahar adalah orang yang memiliki ilmu magis. Namun setelah besar saya tahu, gelang yang terbuat dari akar tumbuhan laut ini adalah benda biasa dan tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan dunia mistis.

Akar bahar tidak termasuk dalam tumbuhan yang dilindungi. Yang membuat harganya mahal adalah karena akar bahar adalah tumbuhan laut yang tumbuh di kedalaman 5 samapai 20 meter bawah laut. Jadi, harga yang sepadan diberikan pada tumbuhan ini karena tidak semua orang bisa mengambil akar bahar dengan mudah.



Itulah 6 Benda Yang Dulunya Dianggap Sakral Kini Jadi Aksesoris Biasa dan banyak digunakan oleh masyarakat umum. Saking banyaknya masyarakat yang ingin tampil nyentrik dengan mengenakan benda-benda sakral, pengerajin aksesoris dapat mencari keuntungan dengan membuat replika yang bisa dibilang 90% mirip aslinya.

Tentu saja hal ini bisa membuat semua masyarakat biasa bisa memiliki benda-benda mirip benda sakral asli dengan membeli di lapak-lapak para pengrajin atau penjual aksesoris di internet.

Belum ada Komentar untuk "6 Benda Yang Dulunya Dianggap Sakral Kini Jadi Aksesoris Biasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel