Cara Stek Batang Pohon Serut Agar Cepat Tumbuh Tunas

Cara Stek Batang Pohon Serut Agar Cepat Tumbuh Tunas

Sebenarnya, pohon serut atau dalam bahasa ilmiah disebut Streblus Asper adalah pohon yang mudah sekali tumbuh. Kadang hanya diletakkan ditanah saja, potongan batang pohon serut bisa tumbuh dalam waktu singkat.

Akan tetapi, setiap daerah memiliki kadar dan kandungan tanah yang berbeda-beda, itulah yang mengharuskan kita tetap memperhatikan cara stek-nya agar batang tidak membusuk dan mati kekeringan.

Nah cara stek batang pohon serut agar cepat tumbuh tunas yang akan saya share disini adalah pengalaman pribadi dimana saya melakukannya bermodalkan pengetahuan yang saya dapat di internet.



Jika kamu berniat untuk stek batang pohon serut, berikut ini langkah demi langkahnya :

1. Carilah pohon serut yang sudah berusia cukup tua, pilih batang yang seukuran ibu jari orang dewasa, semakin besar maka akan semakin baik.

2. Setelah batang pohon serut kamu miliki, jangan buru-buru ditanam. Letakkan saja ditempat yang teduh sekitar 2-3 hari dan pastikan tidak terkena air.

3. Di hari ke 4, isilah pot untuk menanam batang stek-an dengan tanah merah. Lebih bagus tanah dari daerah yang tidak kotor, misalnya dari kebun kering atau tanah lapang yang jauh dari tempat sampah / selokan.

4. Sebelum menanam batang stek-an pohon serut, kupas 1 sampai 2 cm kulit batang bagian bawah yang akan dipendam.

5. Kemudian iriskan / cincang bawang merah 5-6 buah dan campurkan dengan air setengah gayung lalu diaduk sambil menekan irisan-irisan bawang merah sampai merata. Jika sudah merata, tandanya ialah air akan terasa hangat ditangan saat mengaduk.




6. Rendam seluruh batang srut tersebut ke dalam air yang sudah bercampur potongan-potongan bawang merah sekitar 30 menit.

7. Angkat dan jemur batang di tempat teduh sampai air di batang mengering.

8. Tanam batang yang sudah kering di dalam pot dengan tanah merah.

CATAT : Harus tanah merah yang steril ya, jangan menggunakan media tanam siap pakai, juga jangan memakai pupuk apapun.

9. Apabila batang sudah tertanam, siram tanah merah di pot hingga basah, tapi jangan sampai airnya menggenang.

10. Sungkup atau bungkus seluruh batang yang sudah ditanam tersebut beserta potnya dengan plastik teansparan.


Sungkup Stekan Batang Pohon Serut


11. Simpan ditempat yang teduh dan sejuk. Cek secara berkala tanah di dalam sungkupan, jangan sampai tanahnya mengering.

INFO : Tanah di dalam sungkupan biasanya tidak akan mengering dalam waktu singkat. Saya sendiri hanya 1 kali penyiraman saat sungkup berlangsung dan itu kira-kira dihari ke 10.




12. Dalam waktu dua minggu, batang akan mengeluarkan jamur-jamur berwarna putih di setiap sudut-sudut batang. Jangan panik, itu pertanda batang pohon sedang dalam proses pembentukan akar.


Jamur Di Batang Stekan Pohon Serut


13. Di minggu ke 3 atau ke 4, seharusnya batang sudah menumbuhkan tunas baru berwarna hijau muda. Apabila demikian, jangan buru-buru untuk membuka sungkupnya, tapi biarkan sampai tunas berbentuk daun.


Tunas Di Batang Stekan Pohon Serut


14. Jika sudah berdaun besar, lubangi sungkup dengan rokok 1 lubang setiap 1 hari. Setelah 7 hari maka sungkup sudah bisa dibuka, namun jangan menggeser atau menggoyang-goyangkan pot, karena itu bisa memutus akar yang baru menjalar ke tanah-tanah sekitar batang.

15. Apabila daun sudah rumbun dan berwarna hijau tua, barulah kamu bisa memindahkannya ke pot yang lebih besar atau ke tanah / ground.


Karena ini adalah praktik saya menanam pohon serut dari stek yang pertama kali, tidak semua batang berhasil tumbuh. Ada beberapa batang yang justru membusuk dan sebagian lainnya mati kekeringan.



Setelah saya selidiki, batang yang mati kekeringan adalah batang yang terlalu lama terkena cahaya matahari. Sedangkan yang membusuk adalah batang yang saya taruh di pot yang memiliki drainase kurang baik (air tidak turun ke luar pot, tapi menggenang di dalamnya).

Akhirnya bisa saya simpulkan, untuk menanam stek batang pohon serut agar cepat tumbuh tunas, yang perlu diperhatikan hanyalah media tanam yang steril, pot yang memiliki drainase baik, dan tempat penyimpanannya yang sejuk dan maksimal terkena cahaya matahari 20% saja (jangan terlalu silau / panas).


Selamat mencoba dan semoga informasi ini bermanfaat.

Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 Comments:

Posting Komentar