Nama Gaya Bonsai & Penjing Terbaik Yang Ada Di Dunia

Gaya Bonsai

Gaya bonsai adalah model tertata tumbuhan mulai dari batang, dahan, ranting, daun, hingga akar yang dibuat sedemikian rupa. Pada dasarnya, style atau gaya dari bonsai sendiri tidak terpatok pada gaya tradisional, namun bisa juga ditentukan dari keinginan hati sang pembuat.

Di negara asal bonsai, Jepang, ada teknik tertentu dalam hal membuat gaya bonsai tradisional, namun orang-orang diluar negeri sakura tersebut enggan mengikuti aturan gaya bonsai yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu itu. Mereka yang tinggal di Amerika, Eropa, dan negara-negara lain lebih ingin menata tanaman mereka dengan bebas tanpa adanya aturan. Maka tercetuslah Penjing, yang mulanya berasal dari negara China.

Penjing sendiri mirip seperti bonsai, tapi dengan gaya yang lebih natural seperti sebagaimana tanaman tersebut tumbuh di habitat aslinya.



Nah jika kamu ingin membuat pohon kerdil dengan serius, kamu harus tahu dulu ya mana gaya Bonsai asli Jepang dan mana gaya bonsai Penjing ya, sebab keduanya sama-sama pohon yang dikerdilkan.

Oleh karena itu sekarang muncul beragam gaya bonsai penjing yang sering disebut sebagai bonsai, meski keliru dalam penyebutannya tapi itu sudah sangat populer di masyarakat awam.

Inilah nama gaya bonsai & penjing terbaik di dunia yang bisa kamu ketahui dan contoh jika ingin membuat bonsai maupun penjing.


1. Hokidachi (Gaya Standar)



Hokidachi

Gaya bonsai ini bentuk batang utamanya tegak dengan ranting-ranting yang menyebar ke berbagai arah hingga membuatnya mirip seperti jamur.


2. Sharimiki (Gaya Mistis / Tradisional Jepang)



Sharimiki

Untuk urusan gaya bonsai terbaik dan terunik yang ada di dunia, mungkin Sharimiki adalah pemenangnya. Bonsai besar dengan gaya Sharimiki yang ada di taman bonsai Shunka-en milik Kobayashi adalah salah satu contoh dari pohon bonsai tertua dengan usia lebih dari 800 tahun dan berturut-turut mendapatkan penghargaan juga pujuian dari Internasional.


3. Bankan (Batang Kasar / Tua)






Bankan style ialah salah satu dari sekian banyak gaya bonsai tradisional Jepang. Gaya ini tidak mudah dibuat karena membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membuat batang pohon terlihat tua dan kasar. Beberapa orang pewaris bonsai di Jepang bahkan ada yang memiliki bonsai bergaya Bankan ini dengan usia pohon ratusan tahun (bonsai warisan dari nenek moyang mereka), dan kebanyakan memakai pohon Juniper.


4. Chokkan (Gaya Normal)



Chokkan

Style Chokkan membuat batang utama pohon tegak lurus dengan ukuran normal, yaitu semakin tinggi maka semakin mengecil. Diimbangi dengan dahan dan daun yang juga sama persis seperti pohon aslinya di alam liar.


5. Shakan (Gaya Miring)



Shakan

Gaya yang satu ini adalah gaya yang paling berkesan karena batang utama pohon dibuat miring. Biasanya gaya Shakan ini memiliki kemiringan antra 60 - 80 derajat.


6. Moyogi (Gaya Berkelok-Kelok)



Moyogi

Moyogi merupakan salah satu gaya bonsai yang sangat umum dipakai untuk membuat bonsai. Gaya ini memiliki ciri batang utama pohon yang berkelok-kelok. Meski kelihatannya terlihat mudah dibuat, tapi nyatanya sulit untuk membuatnya. Jika kamu tidak percaya, cobalah.


7. Sokan (Gaya Batang Ganda)



Sokan

Bonsai yang menggunakan gaya Sokan juga sering juga disebut dengan 'Double Trunk', atau satu pohon bonsai yang memiliki dua batang inti yang memiliki kemiripan antara keduanya, mulai dari bentuk batang, dahan, ranting, hingga daun.


8. Kabudachi (Gaya Berkelompok)



Kabudachi

Karena dalam hal membuat gaya bonsai sesuai selera, jadi ada juga yang membuat dengan menggabungkan beberapa batang pohon yang sejenis. Gaya ini juga biasa disebut 'Multitrunk'. Di Indonesia juga banyak penggemar bonsai yang menggunakan Style Kabudachi ini menggunakan Beringin atau Cantigi sebagai pohonnya.


9. Yose Ue (Gaya Hutan / Kebun)



Yose Ue

Kalau melihat gaya bonsai yang satu ini mirip seperti Kabudachi, namun yang membedakan keduanya adalah kalau Kabudachi merupakan satu pohon dengan batang yang banyak, sedangkan Yose Ue ini justru terdiri dari beberapa jenis pohon yang berbeda.



10. Ikadabuki (Gaya Batang Jatuh)



Ikadabuki

Masih gaya yang mirip dengan Kabudachi, yaitu sama-sama mempunyai berbatang yang banyak dari satu pohon. Bedanya Ikadabuchi adalah gaya bonsai yang menggambarkan bagian sebuah batang tua yang seperti tergeletak di atas tanah dan tumbuh kembali.


11. Bunjingi (Gaya Sastrawan / Jangkung)



Bunjingi

Banyak penyebutan di Indonesia untuk gaya Bunjingi ini. Terlihat batang utama pohon yang ramping dan menjulur hingga tinggi lalu menekuk dan berdaun sedikit di atasnya.


12. Fukinagashi (Gaya Tertiup Angin)



Fukinagashi

Jelas, gaya bonsai unik dan terbaik ini pasti terinspirasi dari sebuah pohon yang tertiup angin kencang yang membuat dahan, ranting, dan daunnya menghadap ke satu arah. Banyak orang yang menyukai gaya ini karena terlihat unik.


13. Han-Kengai (Gaya Semi Menggantung)



Han-Kengai

Style Han-Kengai memiliki ciri khas batang yang menjuntai ke arah bawah di sisi luar pot. Biasanya dibuat menggunakan pohon tua yang memiliki batang besar dan pendek karena gaya semi menggantung ini lebih cocok dengan jenis pohon itu.


14. Kengai (Gaya Menggantung / Air Terjun)



Kengai

Berbeda denga gaya Han-Kengai, gaya Kengai justru menggantung lebih jauh menuju ke bawah hingga melebihi pot. Biasanya bonsai yang memakai gaya ini menggunakan Stand Pot untuk menaruh pot diatas meja agar dapat menikmati keindahannya.

Sekedar informasi saja, gaya ini adalah salah satu gaya bonsai terbaik dan terpopuler di seluruh dunia. Selain menggunakan pohon berbatang keras, Kengai Style juga bisa dibuat dengan jenis pohon lian seperti Adenium salah satunya.


15. Ishisuki (Gaya Tumbuh Disela Batu)



Ishisuki

Tak banyak pohon di alam liar yang mampu hidup disela-sela bebatuan. Selain kurangnya media tanam, pohon yang tumbuh disela batu juga memerlukan perlakukan khusus. Gaya Ishisuki ini umumnya asli menggunakan pohon yang habitatnya di tepi jurang atau ditempat terjal yang memiliki sedikit tanah.


16. Seki-Joju (Gaya Diatas Batu)



Seki-Joju

Seki-Joju masih lebih mudah dibuat daripada Ishisuki sebab, style Seki-Joju hanya menempel dibatu dan akarnya tetap masuk ke media tanam / tanah yang ada di dalam pot. Seki-Joju atau yang populer disebut 'On The Rock' ini biasa dibuat menggunakan pohon dari keluarga Ficus.


17. Neagari (Gaya Nangkring / Memperlihatkan Akar)






Bukan hanya bonsai kelapa saja yang bisa memperlihatkan akar, pohon lain pun bisa dibuat bonsai bergaya Neagari. Untuk membuat gaya ini, para penghobi maupun seniman bonsai biasanya memakai pot pipih / ceper agar akar dari pohon tidak masuk lurus ketanah, tapi melingkari pot agar dapat menopang seluruh beban pohon dan akhirnnya jadilah Neagari style ini.


Dari sekian banyak nama gaya bonsai & penjing terbaik di dunia, seluruhnya ada lho di Indonesia. Untuk melihat versi nayatanya kamu bisa mengunjungi taman bonsai yang ada di kotamu.

Belum ada Komentar untuk "Nama Gaya Bonsai & Penjing Terbaik Yang Ada Di Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel