Ciri Ciri Pohon Kerendang / Renda Di Alam Liar

Buah Karendang

Carissa Macrocarpa adalah nama ilmiah untuk tanaman Kerendang atau lebih akrab dikenal dengan nama Buah Renda dibeberapa daerah di Indonesia. Pohon kerendang berasal dari Afrika selatan yang memiliki nomor 640.3 pada daftar pohon nasional Afrika selatan. Saat ini kerendang sudah menyebar keseluruh daratan Pasifik.

Pohon kerendang sangat cocok tumbuh ditempat yang memiliki angin bersarat garam seperti dipesisir pantai. Kerendang memiliki berbentuk tanaman semak berduri tajam dengan ketinggian 2-3 meter.

Banyak orang menanam pohon ini karena buahnya yang sangat indah apabila dijadikan tanaman hias dihalaman rumah. Selain itu, pohonnya yang tidak begitu tinggi menjadi pilihan yang tepat jika ingin membuat mini garden.



Penggemar bonsai di Indonesia banyak yang menggunakan pohon kerendang sebagai tanaman hias kerdil. Batang pohon yang sudah berusia tua akan memiliki warna yang sangat khas dengan dedaunan yang dapat mengecil seiring berjalannya proses pemangkasan rutin.


Bonsai Karendang / Buah Renda Terbaik


Jika beruntung, kamu bisa menemukan pohon ini dipesisir pantai. Biasanya pohon kerendang sangat mencolok dari buahnya yang memiliki warna merah cerah dan bunganya yang putih. Akan tetapi, kamu harus berhati-hati terhadap durinya yang sangat tajam dan menyelinap diketiak-ketiak daun.

Untuk ciri ciri pohon kerendang di alam liar, berikut ini yang bisa saya jabarkan setelah kemarin saya menemukan pohon ini secara kebetulan.

INFO : Awalnya saya mengira ini adalah pohon Jeruk Kingkit, namun karena kurang yakin akhirnya saya bertanya ke grup dan mendapatkan jawaban sama dari setiap master disana, yaitu pohon kerendang / buah renda.



Ciri Ciri Pohon Kerendang / Buah Renda Di Alam Liar



Batang Pohon Kerendang


Batang Karendang


Batang pohon kerendang berupa kayu keras dengan warna abu-abu cream dan ranting berduri yang sangat rimbun meliuk kesana-kemari. Sangat berciri khas dan cocok untuk dijadikan tanaman bonsai yang indah.


Daun Pohon Kerendang


Daun Karendang


Daunnya berwarna merah mudah dibagian ujung (pucuk) sedangkan yang tua berwarna hijau mengkilap dan memiliki rusuk berwarna putih.


Bunga Pohon Kerendang


Bunga Karendang


Bunga kerendang berwarna putih dan memiliki aroma harum di malam hari. Bunga dengan bentuk yang sangat familiar ini sering disalah artikan oleh masyarakat, banyak yang mengiria ini adalah bunga dari tanaman Asoka atau Kemuning.


Buah Pohon Kerendang


Buah Karendang Muda


Buah kerendang berwarna merah cerah saat masih muda, dan berubah ungu kehitaman saat masak. Jika diperas, buah kerendang akan mengeluarkan cairan berwarna merah darah.


Buah Karendang Tua


Buahnya ini bisa dimakan langsung atau diolah untuk dijadikan pakan seperti pai, selai, jeli, dan saus. Beberapa orang mengklaim bahwa tanaman ini juga beracun. Namun klaim 'beracun' ini hanyalah mitos, mungkin karena sama dengan tanaman lain yang memiliki getah susu yang beracun / menyebabkan iritasi pada kulit manusia.



Seperti kebanyakan spesies Carissa lainnya, kerendang adalah semak berduri yang mengandung lateks. Pohon kerendang sering dijadikan tanaman hias karena buahnya yang montok, bulat, dan berwarna merah cerah muncul di musim panas pada saat yang sama dengan mekarnya bunga.

Pohon kerendang sangat mudah ditanam, ia hanya membutuhkan udara hangat dan tanah yang lembab. Pohon ini pun membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari (full sun). Sebagai tanaman pesisir, kerendang juga dapat tumbuh subur apabila terkena semprotan air laut asin.

Belum ada Komentar untuk "Ciri Ciri Pohon Kerendang / Renda Di Alam Liar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel