Cara Semai Biji Santigi / Cantigi Agar Cepat Tumbuh

Santigi Laut

Santigi adalah salah satu jenis tanaman yang paling sering diburu dan digunakan oleh seniman bonsai di Indonesia dan mancanegara untuk dijadikan pohon bonsai yang indah.

Pohon yang umumnya berhabitat di tepi pantai ini memiliki dua saudara lain, yaitu Santigi Gunung (Vaccinium Varingifolium) dan Santigi Lanang / Kebun (Lumnitzera Racemosa). Keduanya masih saudara Santigi Laut / Karang (Pemphis Acidula) dan bisa dijadikan bonsai yang indah.

Namun sayangnya pohon santigi sekarang ini melai sulit untuk ditemukan di alam liar, meskipun ada mungkin pohon yang masih berukuran kecil dan sedang.


Pohon Santigi Laut


Pohon santigi yang memiliki batang utama sebesar lengan orang dewasa sudah sangat sulit karena pemburuan besar-besaran yang dilakukan penggemar bonsai era 90-an silam.



Oleh karena hal tersebut, pengembangbiakkan santigi sangat diperlukan untuk menghindari punahnya pohon ini dari alam bebas.

Salah satu cada untuk melestarikannya lagi ialah dengan menyemai biji dari bunga santigi. Tanaman ini sangat mudah tumbuh diberbagai daerah, saya sendiri mencoba untuk menyemainya di Kota Depok dengan kondisi udara yang panas dan alhasil biji bunga santigi bisa berkecambah sesuai harapan.


Kecambah Santigi 2 Minggu


Jika kamu juga ingin melakukan pembudidayaan pohon santigi, bisa dengan mencari atau membeli biji dari bunga yanh sudah kering (berwarna coklat) dan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama 1 hari full dibawah terik maratahi.

Setelah proses pengeringan biji bunga, maka biji tersebut siap disemai dimedia tanam subur atau tanah kebun yang dicampur sekam bakar dan kotoran kambing halus.

Berikut ini cara semai biji santigi agar cepat tumbuh.

PERSIAPAN :

  • Bunga santigi kering yang masih berbiji
  • Media tanam subur
  • Klaras pisang (daun pisang kering)
  • Tempat yang teduh untuk menyimpan




Cara Semai Biji Santigi



1. Keringkan biji bunga santigi dibawah matahari selama satu hari penuh.

2. Siapkan media tanam subur, bisa juga menggunakan metan siap pakai.

3. Setelah biji bunga santigi kering, taburkan diatas metan dan tutupi dengan cacahan kecil klaras pisang hingga seluruh metan dan biji yang ditaburkan tertutup 80%. Fungsi dari klaras pisang ini adalah untuk membuat metan tetap lembab dan menghindari air semprotan spray langsung ke biji benih santigi yang mulai berkecambah.

4. Letakkan ditempat teduh, terang, dan sedikit terkena sinar matahari.

5. Sirami sehari sekali dengan cara menyemprotnya pakai spray. Maka dalam 1-2 minggu biji akan mulai berkecambah.

6. Setelah berkecambah, angkat semua cacahan klaras pisang dan letakkan semai di tempat yang lebih banyak terkena matahari langsung. Akan tetapi, tanahnya harus tetap lembab, oleh karena itu kamu harus menyemprotnya dengan spray 2-3 kali sehari setelah diletakkan ditempat yang agak panas.


Begitulah cara semai biji santigi agar cepat tumbuh. Seharusnya, dalam satu bulan pertama seluruh biji yang ditabur sudah berkecambah dan siap dirawat dengan ekstra hati-hati, terutama penyiramannya yang mengharuskan metan tetap lembab dan wajib menggunakan spray agar kecambah tidak goyang atau terangkat dari tanahnya.

INFO : Santigi adalah pohon yang memiliki pertumbuhan lambat, jadi kamu harus bersabar untuk menunggunya menjadi bibit pohon.



Lambatnya pertumbuhan santigi ini saya bandingkan dengan Asem Londo dimana kecambah asem londo yang berusia sama-sama satu bulan dengan santigi sudah setinggi 15 cm, tapi santigi masih 1 cm.


Kecambah Santigi  4 Minggu


Kecambah Asem Londo  4 Minggu


Kamu bisa bayangkan, pohon asem londo saja sudah cukup lambat, tapi santigi jauh lebih lambat lagi.

Hal inilah yang membuat penggemar bonsai sering menggunakan santigi sebagai pohon bonsai. Selain usianya yang relatif panjang, pemeliharaannya pun ekstra sabar dan telaten yang membuatnya memiliki nilai tinggi di dunia bonsai.


Jika kamu rasa artikel ini bermanfaat dan layak dibaca oleh orang lain, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman atau saudara dengan meng-klik tombol sosial media diatas ini.

0 Comments:

Posting Komentar