Cara Menanam dan Budidaya Japanese Black Pine (Pinus thunbergii)

Pinus thunbergii

Japanese Black Pine atau Pinus Hitam Jepang adalah pinus asli daerah pesisir Jepang dan Korea Selatan. Tanaman ini disebut Gomsol di Korea, Hēisōng di Cina, dan Kuromatsu di Jepang. Nama ilmiahnya sendiri adalah Pinus thunbergii.

Pinus thunbergii dapat mencapai ketinggian 40 meter di alam liar, namun jarang yang tumbuh melebihi itu. Kulit kayunya berwarna abu-abu pada pohon yang masih muda dan cabang kecil, namun berlahan akan berubah menjadi hitam apabila membesar dan tua.



Daun jarum berada di fasikula dua dengan sarung putih di pangkal, panjang 7-12 cm. Buah kerucut betina memiliki panjang 4-7 cm, bersisik, dengan titik-titik kecil di ujung sisik, dan membutuhkan waktu dua tahun untuk matang. Sedagkan buah kerucut jantan berukuran 1-2 cm ditumbuhkan dalam rumpun 12-20 di ujung pertumbuhan pegas.


Daun dan Buah Pinus thunbergii


Di Amerika Utara pohon ini mengalami banyak kematian yang disebabkan oleh nematoda kayu pinus asli Amerika (Bursaphelenchus xylophilus) yang disebarkan melalui vektor kumbang. Selain itu, jamur penyerang tanaman menyebabkan kematian pohon dengan cepat. Nematoda ini juga telah menyebar ke Jepang secara tidak sengaja, dan menyebabkan Pinus thunbergii terancam punah di habitat asalnya.

Pinus thunbergii memiliki ketahanan terhadap polusi dan garam, ia adalah pohon hortikultura yang populer. Di Jepang, pohon ini banyak digunakan sebagai pohon taman baik yang dilatih sebagai Niwaki dan tumbuh tidak terlatih sebagai pohon overstory.

Pinus Hitam Jepang memang menjadi salah satu spesies yang sangat diandalkan di Jepang untuk dilatih menjadi elegan dan menarik untuk dilihat. Ini adalah salah satu mata pelajaran bonsai klasik, yang membutuhkan banyak kesabaran selama bertahun-tahun untuk dilatih dengan benar.




Beberapa bonsai terkenal di dunia menggunakan Pinus thunbergii sebagai pohon di dalam pot yang memiliki usia puluhan bahkan ratusan tahun. Berikut ini contoh-contoh bonsai Pinus thunbergii:


Bonsai Japanese Black Pine
Bonsai Pinus thunbergii - Dilatih sejak 1949


Japanese Black Pine Bonsai
Bonsai Pinus thunbergii - Dilatih sejak 1975


Jika kamu tertarik untuk menanam atau membudidayakan Pinus Hitam Jepang, hal yang pertama harus kamu mulai adalah mengetahui cara penanamannya sedetail mungkin. Perlu diketahui, Pinus Hitam Jepang tidak akan tumbuh tanpa melalui proses starifikasi yang benar.

Oke tidak perlu basa basi lagi ya, dibawah ini akan saya jabarkan langkah demi langkah menanam atau membudidayakan Pinus Hitam Jepang di Indonesia.


1. Belilah benih Pinus thunbergii yang di toko tanaman hias atau toko online yang menyediakannya.


Benih Pinus thunbergii


2. Setelah benih Pinus thunbergii kamu miliki, sekarang lakukan stratifikasi dengan cara menyimpannya di kulkas selama 3 bulan atau lebih.




Proses stratifikasi ini sudah pernah saya bahasa di artikel yang berjudul Apa itu Stratifikasi Benih. Kamu bisa membacanya sebelum lanjut ke tahap selanjutnya.


3. Apabila sudah masuk periode 3 bulan di dalam kulkas, sekarang kamu bisa menyiapkan pot dan media tanam untuk menyemai benih Pinus thunbergii ini.


Pot Untuk Menanam Benih


Gunakanlah pot berukuran agak besar, misalnya ukuran 30 cm atau 40 cm. Kemudian, belilah media berpori (porous) untuk menyemai Pinus thunbergii, dan lapisi bagian atas media tanamnya dengan pasir laut / pasir putih agar tetap hangat dan kering.


Media Tanam Porous


4. Ketika semua persiapan sudah siap, lakukan penanaman benih seperti biasa. Kubur benih Pinus thunbergii sedalam 2 cm di dalam media tanam dan letakkan pot tersebut ditempat yang teduh.



5. Sirami secukupnya, jangan sampai media tanam kering atau terlalu basah. Dalam waktu 1-2 minggu, benih Pinus thunbergii akan berkecambah dan barulah mulai diperkenalkan ke matahari sedikit demi sedikit.


Kecambah Pinus thunbergii


Begitulah cara menanam dan membudidayakan Pinus thunbergii di Indonesia. Tanaman asli Asia subtropis ini termasuk golongan yang sulit ditumbuhkan diluar habitat aslinya. Jadi, kamu benar-benar perlu memperhatikan suhu saat proses stratifikasi dan tempat menyimpan pot semai.

Karena sulitnya untuk membudidayakan Pinus thunbergii di Indonesia, harga jual tanaman ini pun jadi melambung tinggi. Bibit Pinus thunbergii dibandrol dengan harga 250 sampai 500 ribu perpohonnya.

Selain harganya yang tinggi, pemeliharaan Pinus thunbergii juga harus ekstra sabar. Pohon ini memiliki pertumbuhan yang sangat lambat dan mudah terserang hama tanaman. Kabar baiknya, pohon Pinus thunbergii mampu hidup hingga ratusan tahun lamanya. Ini sama dengan pohon Juniper ataupun Ginkgo dimana usia pohon-pohon itu yang bisa berusia berabad-abad tetapi mempunyai pertumbuhan yang lambat.

Belum ada Komentar untuk "Cara Menanam dan Budidaya Japanese Black Pine (Pinus thunbergii)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel