Cara Tanam dan Budidaya Ginkgo Biloba Di Indonesia

Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba juga dikenal sebagai pohon Rambut Gadis adalah satu-satunya spesies yang masih hidup di divisi Ginkgophyta, karena semua spesies lainnya sudah punah. Pohon ini dikenali mirip dengan fosil berusia 270 juta tahun.

Tanaman ini berasal dari Tiongkok, pohon ginkgo secara luas dibudidayakan dan diperkenalkan pada awal sejarah manusia. Pohon ini juga memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan tradisional dan sebagai sumber makanan.



Ginkgo adalah pohon yang bisa tumbuh besar, biasanya mencapai ketinggian 20 sampai 35 meter, dengan beberapa spesies di Cina lebih dari 50 meter. Pohon ini memiliki cabang yang panjang dan tidak beraturan, akarnya dalam juga pohonnya tahan terhadap iklim yang keras.

Pohon ginkgo yang masih muda berbentuk tinggi ramping dan bercabang jarang, dedaunannya akan rindang seiring bertambahnya usia pohon. Selama musim gugur, daun ginkgo berubah menjadi kuning cerah atau oranye, kemudian gugur.


Daun Ginkgo Di Musim Gugur


Selain tahan terhadap iklim alam, pohon ini juga tahan pada penyakit tanaman, jamur, serangga. Pohon gingo yang sudah tua akan membentuk akar angin yang membuatnya semakin kokoh dan berumur panjang. Beberapa spesies ginkgo yang diklaim oleh peneliti telah berumur lebih dari 2.500 tahun.

Meskipun ginkgo biloba dan spesies segenus pernah tersebar luas di seluruh dunia, kini jangkauannya semakin menyusut, namun masih bisa ditemukan dihabitat liarnya disebuah wilayah kecil di Cina. Selama berabad-abad, pohon ginkgo dianggap punah di alam liar, tetapi sekarang sudah ditemukan tumbuh di setidaknya pada dua daerah kecil di provinsi Zhejiang di Cina timur dan di Cagar Alam Tianmushan.

Pohon-pohon ginkgo di kedua daerah tersebut mungkin telah ditanam dan dilestarikan oleh para bhikkhu Tiongkok selama sekitar 1.000 tahun yang lalu.




Beberapa orang diluar Cina penasaran dan ingin coba melakukan budidaya pohon ini mulai dari bijinya. Buah ginkgo sendiri memang banyak ditemukan berjatuhan dibawah pohon yang sudah tua dan buah-buah tersebut bisa diekstrak untuk memulai menanam ginkgo dari benih.

Jika kamu juga berencana untuk menanam atau membudidayakan ginkgo di Indonesia, itu sangat bisa dan yang kamu perlukan adalah proses untuk penanamannya. Cara melakukan penanaman ginkgo dari benih memang tidak sama dengan benih-benih biasa, sebab benih ginkgo memerlukan stratifikasi untuk bisa berkecambah.


Cara Tanam dan Budidaya Ginkgo Biloba Di Indonesia



Apabila kamu belum memiliki benih ginkgo, kamu bisa membelinya di penjual benih tanaman. Benih ginkgo juga di jual di situs e-commerce asal Cina, AliExpress.

1. Setelah benih ginkgo sudah kamu miliki, lakukan pembersihan pada biji dengan cara mencucinya dengan air atau menyikatnya dengan sikat hingga tidak ada noda yang bisa menumbuhkan jamur. Beberapa panduan dari internet juga ada yang menggunakan amplas halus untuk membersihkan benih ginkgo.


Benih Ginkgo Biloba


2. Jika benih sudah bersih dari noda, sekarang saatnya melakukan stratifikasi. Cara ini sama dengan melakukan penanaman benih pohon Giant Sequoia dan Japanese Maple, yaitu menyimpannya didalam kulkas selama 10-12 minggu.




3. Ketika 3 bulan berlalu didalam kulkas, sekarang kamu bisa mengeluarkannya dan mencucinya dengan air hangat, kemudian mengeringkannya dengan cara mengangin-anginkan dan kemudian menanamnya di dalam pot atau polybag dengan media tanam yang disarankan, yaitu campuran dari gambut, vermiculite, dan pasir.


Menanam Benih Ginkgo

Timbun benih gonkgo di kedalaman 2-3 cm dan letakkan pot atau polybag ditempat yabg teduh namun terkena sinar matahari 40%-50% (ternaungi). Akan lebih bagus lagi jika meletakannya dibawah pepohonan seperti tanaman hias dipekarangan rumah.


4. Terakhir adalah menunggunya untuk berkecambah yang biasanya berlangsung dalam beberapa minggu.


Kecambah Ginkgo Biloba


INFO : Menurut artikel yang ditulis Kew Royal Botanic Garden, ia mulai menanam benih ginkgo-nya sendiri setiap tahun, pertama-tama mengeluarkan bijinya dari daging buah, kemudian menempatkannya di tempat penyimpanan dingin.

Saat musim semi, benih ditaburkan di kompos yang kering di dalam rumah kaca dan akan berkecambah dalam 8-10 minggu.

Di musim semi berikutnya, bibit-bibit ginkgo tersebut ditanam di lahan Pembibitan Arboretum Kew. Pada usia sekitar dua tahun, pohon ginkgo kecil siap ditanam di kebun untuk dibudidayakan.



Di banyak daerah di Cina, ginkgo telah lama dibudidayakan. Pohon ini juga telah dibudidayakan secara umum di Amerika Utara selama lebih dari 200 tahun dan di Eropa selama hampir 300 tahun, tetapi tidak pernah dinaturalisasi secara alami.

Begitulah cara menanam dan membudidayakan ginkgo. Tanaman asal Cina ini memang terkenal karena usianya yang ribuan tahun dan manfaat dari buahnya yang bisa diolah untuk membuat ramuan obat tradisional.

Belum ada Komentar untuk "Cara Tanam dan Budidaya Ginkgo Biloba Di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel