Perbedaan Pohon Karendang dan Pohon Renda

Natal Plum

Tahukah kamu bahwa pohon karendang dengan pohon buah renda itu ternyata berbeda?

Jika kamu tahu, mungkin kamu adalah seseorang yang mengamati tanaman mendalam. Kedua tanaman yang sering digunakan untuk dijadikan tanaman buah dalam pot (Tabulapot) ini memang sekilas sama dan jika diperhatikanpun benar-benar mirip.

Meskip serupa, namun ada perbedaan yang nyata bila kita memiliki kedua pohonnya. Itu tampak beda dari seluruh bentuk pada bagian seperti daun, bunga dan buah yang dihasilkan.



Karendang (Carissa macrocarpa) adalah tanaman berbentuk semak asli Afrika Selatan. Tanaman ini juga dikenal dengan nama Natal Plum. Di Afrika Selatan dan Uganda, pohon karendang disebut Amathungulu atau umThungulu oBomvu.


Daun dan Buah Karendang


Carissa macrocarpa sangat cocok dibudidayakan di daerah berangin dan bertanah garam (tanah tepi pantai), menjadikannya pilihan yang baik untuk tanaman pesisir.

Pohon karendang sering ditemukan bergabung dengan semak-semak tepi pantai di Eastern Cape, Afrika Selatan. Tanaman ini menghasilkan daun hijau mengkilap dan bunga-bunga putih bersalju yang mengeluarkan aroma wangi di malam hari. Seperti spesies Carissa lainnya, Carissa macrocarpa adalah semak berduri yang mengandung getah berwarna putih.

Buah karendang berebentuk bulat, merah dan muncul di musim panas. Buahnya bisa dimakan langsung atau dijadikan pai, selai, jeli, dan saus.


Pohon Karendang


The College of Agricultural and Environmental Sciences di University of California, Davis menilai tanaman ini sedikit beracun karena namanya muncul dalam daftar pohon Nasional Afrika Selatan sebagai nomor 640.3.

Carissa macrocarpa tumbuh terutama di pesisir pantai Afrika Selatan. Tanaman ini dapat ditemukan di bukit berpasir dan di tepi hutan pantai di Eastern Cape hingga Mozambik. Saat ini Carissa macrocarpa juga tumbuh secara umum di Florida selatan dan dibudidayakan di California selatan dan digunakan secara luas sebagai tanaman hias di Amerika Tengah dan Karibia.

Pohon karendang cukup mudah tumbuh, bijinya bisa berkecambah dalam waktu 2-4 minggu setelah disemai. Karendang yang dibudidayakan dari biji akan menghasilkan buah dalam 2 tahun. Perbanyakan vegetatif dimungkinkan dan disukai.

Metode yang paling efisien untuk membudidayakan pohon karendang adalah dengan menumbuk cabang muda sebelum 15-20 cm dari pucuk. Kemudian biarkan menggantung lemas dan layu. Setelah branchlets membangun kalus dalam waktu sekitar 2 bulan, barulah batang mudah yang ditumbuk tadi dipemotong dan ditanam di pasir dengan naungan sedang.




Perawatan tanaman Carissa macrocarpa sangat sederhana, bahkan tidak membutuhkan pupuk.

Carissa macrocarpa membutuhkan iklim subtropis yang hangat dan lembab. Sebagai tanaman asli pesisir Afrika Selatan, tanaman ini dapat mentolelir air laut asin dengan sangat baik. Artinya, tanaman ini memerlukan air laut dalam waktu-waktu tertentu agar tetap bisa tumbuh subur seperti halnya pohon Santigi Karang / Laut.






Renda (Carissa carandas) adalah spesies tanaman semak berbunga yang sering disebut Buah Samarinda oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan nama-nama umum dalam bahasa Inggris untuk menyebut tanaman ini adalah Bengal Currant, Christ's Thorn, Carandas Plum, dan Karanda. Pohon renda menghasilkan buah berry seukuran kelereng yang biasanya digunakan sebagai bumbu dalam acar dan rempah-rempah India.


Daun dan Buah  Renda


Pohon renda tumbuh subur di daerah dengan suhu tinggi / panas. Ia tumbuh secara alami di Western Ghats dan Siwalik Hills, di Himalaya (India dan Nepal) pada ketinggian 30 hingga 1.800 mdpl.

Carissa carandas juga tumbuh secara alami di Afghanistan dan Bangladesh. Di seluruh India, ia tumbuh dalam skala terbatas di daerah Konkan di Maharashtra, Goa, Rajasthan, Gujarat, Bihar, Benggala Barat, dan Uttar Pradesh. Ini juga tumbuh di hutan hujan dataran rendah di Sri Lanka.


Pohon Renda


Pohon renda mudah ditanam dari benih pada bulan Agustus dan September. Tanaman yang dipelihara dari benih mulai berbuah dua tahun setelah penanaman.

Buah renda kaya akan zat besi, vitamin C, vitamin A, kalsium dan fosfor. Buah tersebut juga digunakan dalam sistem pengobatan herbal India kuno (Ayurvedic) untuk mengobati keasaman, gangguan pencernaan, luka terbuka, infeksi, penyakit kulit, gangguan kemih, ulkus diabetes, kekenyalan, sakit perut, sembelit, anemia, kondisi kulit, anoreksia, dan kegilaan.




Rebusan daun renda digunakan untuk mengobati demam, diare, dan sakit telinga. Akarmya berfungsi sebagai obat sakit perut, obat anthelmintik dan juga sebagai penolak serangga.

Di India, buah renda matang dipanen untuk diolah sebagai bahan pembuatan pangan, khususnya acar. Ini mengandung pektin dan karenanya merupakan bahan yang berguna dalam chutney. Buah-buahan yang matang mengeluarkan getah putih ketika diputuskan dari cabang.

Ini digunakan di Great Hedge of India (1803-1879 CE) karena tanaman ini mudah tumbuh, tahan kekeringan, tumbuh di berbagai tanah, dan ideal untuk pagar karena tumbuh dengan cepat, padat dan tidak memerlukan perawatan berlebih. Akar poohon renda sangat banyak dan bercabang, membuatnya berharga untuk menstabilkan erosi di lereng-lereng bukit atau tebing.


Dari penjelasan yang panjang diatas, sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan Karendang dan Renda? Meski keduanya sama-sama dari Afrika Selatan, namun habitat aslinya berbeda. Karendang adalah tanaman subtropis yang tumbuh di pesisir pantai dan membutuhkan tanah lembab juga hangat, sedangkan renda adalah tanaman tropis yang bisa tumbuh ditanah kering dan membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari.

Agar lebih mudah untuk membedakan keduanya, kamu bisa melihatnya pada perbandingan gambar dibawah ini.


Perbedaan Karendang dan Renda



Gimana, sudah sangat jelas kan? Keduanya memang berbeda jika disandingkan seperti gambar diatas ini. Daun karendang lebih kecil dan ujung buahnya lebih runcing, kalau renda daunnya lebih lebar dan buahnya oval mulus. Sedangkan bunga karendang memiliki langsing dan bunga renda lebih lebar.

Kedua tanaman ini sama-sama dari genus Carissa, keduanya pun tampak indah jika dijadikan tanaman hias atau bonsai. Di Indonesia pohon karendang maupun pohon renda termasuk langka dan jarang sekali terlihat dialam liar.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Pohon Karendang dan Pohon Renda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel