Apa itu Bonsai?

Apa itu Bonsai

Bonsai adalah salah satu seni kuno asal Cina (awalnya bernama Penjing atau Penzai), yaitu cara penanaman pohon di dalam pot tembikar atau kramik. Pohon yang ditanam untuk bisa dikatakan bonsai haruslah pohon yang memiliki karakteristik tertentu seperti keunikan, keindahan, dan juga tahan terhadap proses pembuatan bonsai itu sendiri.

Banyak orang Cina zaman dahulu berbondong-bondong melakukan pemburuan pohon di gunung dan hutan untuk mendapatkan pohon yang sudah indah dan unik secara alami. Pemburuan yang populer di tahun 1800-an ini dinamai Yamadori dalam bahasa Indonesia disebut "mengumpulkan pepohonan dari pegunungan". Meski kepopuleran yamadori memuncak pada abad ke 18, tapi seni penjing Cina sudah ada sejak abad ke 13. Itu ditemukan pada lukisan dalam gulungan kelima Kasuga Gongen Genki-e yang dibuat pada tahun 1309.



Seiring berjalannya waktu, seni penjing Cina ini masuk ke Jepang sekitar abad ke 16. Di Jepang, penjing lebih akrab disebut sebagai bonsai dan dibuatlah aturan nyata untuk sebuah bonsai Jepang (aturan ini dibuat agar dapat membedakan penjing Cina dan bonsai Jepang). Aturan inilah yang sekarang dipergunakan dan diikuti oleh seniman bonsai di seluruh dunia.

Meski pada awalnya penjing tak ada aturan baku, namun kini penjing dibedakan dengan bonsai dari tata cara penanamannya. Penjing mengutamakan pepohonan dan ornamen yang disusun dalam wadah / pot lebar, sehingga membuatnya terlihat seperti landscape tanaman hidup (miniatur alam di dalam pot). Sedangkan bonsai lebih fokus ke jenis dan bentuk pohonnya. Semakin tua usia pohon bonsai, maka akan semakin indah dan menawan.


Aturan Bentuk Pohon Bonsai

Macam-Macam Bentuk Bonsai

Seperti yang sudah saya utarakan diatas, aturan utama bonsai adalah spesies pohon yang digunakan dan keindahan bentuknya. Oleh karena itu, bentuk dan spesies pohon sangat berpengaruh dalam seni bonsai Jepang. Beberapa contoh aturan bentuk bonsai tradisional Jepang adalah: Formal Upright, Informal Upright, Raft, Literati, dan Sahari. Tapi sekarang telah dimodernkan sehingga banyak bentuk baru yang diizinkan untuk disebut bonsai.


Pohon Yang Umum Digunakan Untuk Bonsai

Taman Bonsai

Untuk spesies pohon, tentu saja bonsai Jepang lebih mengutamakan pepohonan yang memiliki ciri khusus, misalnya usia pohon yang berusia panjang, kuat terhadap pembentukan bonsai, dan pemeliharaannya yang mudah.

Di Jepang sendiri para seniman bonsai lebih mengutamakan pepohonan liar asli pegunungan negara mereka seperti Elm Jepang (Zelkova serrata), Pinus Hitam Jepang (Pinus thunbergii), Pinus Putih Jepang (Pinus parviflora), Pinus Merah Jepang (Pinus densiflora), Juniper (Juniperus), Maple (Acer palmatum), Ume (Prunus mume), Sakura (Prunus serrulata), dan berbagai macam tanaman subtropis lainnya.




Diluar Jepang, seniman bonsai berupaya untuk menaati aturan bentuk namun tidak untuk spesies pohon yang digunakan. Spesies pepohonan khas Jepang yang mayoritas adalah tanaman subtropis tidak akan bisa tumbuh dengan sehat dan subur di negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia. Karena hal ini seniman bonsai di daerah tropis memilih tanaman serupa yang memiliki usia panjang, berbatang keras, dan cocok untuk bonsai, misalnya Santigi (Pemphis acidula), Hokianti (Carmona retusa), Beringin (Ficus benjamina), Serut (Streblus asper), Arabika (Vachellia nilotica), dan banyak lagi.


Pemeliharaan Bonsai

Pemeliharaan Bonsai

Banyak orang masih heran dengan pohon bonsai yang mampu tumbuh dengan subur di pot kecil yang pipih / ceper. Pot khusus bonsai umumnya memang berukuran kecil dan memiliki sedikit media tanam. Akan tetapi, kunci kesuburan pohon bonsai di dalam pot kecil adalah media tanam yang benar-benar diperhatikan dan pemangkasan akar secara rutin.

Media tanam yang digunakan oleh seniman bonsai bukan tanah kebun biasa, melainkan tanah yang dicampur dengan beragam media organik dan anorganik yang sudah di olah untuk keperluan bonsai, misalnya Kompos, Pumice, Hydite, Turface, Akadama, dan Conifer Bark. Itulah kunci utama yang membuat pohon bonsai tetap sehat dan subur meski di dalam pot kecil yang memiliki sedikit media tanam.



Pemangkasan akar secara rutin pun dilakukan oleh seniman bonsai. Biasanya pemangkasan akar akan dilakukan 1-2 tahun sekali, tergantung dari spesies pohonnya. Pemangkasan akar atau yang akrab disebut pruning total ini dibarengi juga dengan pemangkasan besar-besaran (pembentukan / pengawatan ulang) pada bagian dahan, ranting, dan daun untuk mengimbangi pertumbuhan dan asupan makanan pohon itu sendiri.


Penempatan Bonsai

Penempatan Bonsai

Bonsai di negara Cina dan Jepang sangat dihargai, oleh karenanya penempatan bonsai sangat perlu diperhatikan. Bonsai-bonsai yang sudah dirawat selama bertahun-tahun bahkan ratusan tahun yang diturnkan dari nenek moyang mereka harus diletakkan pada area yang khusus, tak sedikit pemiliknya menggunakan meja atau pilar (stand) yang mengisyaratkan bahwa pohon bonsai itu memang benar-benar berarti bagi keluarga mereka.

Area peletakan bonsai di Cina dan Jepang umumnya di dalam pekarangan rumah, tapi pada posisi yang sangat khusus dan terjaga kebersihannya. Penempatan dan pemandangan sekitarnya pun seringkali diatur agar bonsai tersebut terlihat lebih mencolok dan dapat dilihat keindahannya secara keseluruhan.

Belum ada Komentar untuk "Apa itu Bonsai?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel