Inilah Sosok Asli Pohon Kalpataru dan Ciri Cirinya Di Alam Liar

Pohon Kalpataru Asli

Dulu sebelum internet mudah dipergunakan seperti sekarang ini, banyak orang yang menganggap bahwa pohon Kalpataru adalah pohon mitos yang tak nyata. Namun kini setelah kemudahan akses internet untuk mencari informasi dari sumber yang valid, sosok pohon Kalpataru dan cici cirinya di alam liar akhirnya terkuak ke publik.

Habitat pohon Kalpataru merupakan kawasan litoral yang hampir ekslusif, pada beberapa daerah tertentu pohon Kalpataru dapat tumbuh di pegunungan, bukit, jurang terjal, bahkan tebing berkapur. Meskipun biasanya pohon ini tumbuh di pesisir pantai berpasir disepanjang pantai atau rawa mangrove pada ketinggian 0 sampai 350 mdpl.



Pohon yang sekarang sudah langka dan dilindungi ini merupakan spesies Barringtonia asli mangrove yang habitat aslinya di pantai tropis dan pulau-pulau di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat, mulai dari Zanzibar ke timur Taiwan, Filipina, Fiji, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Kepulauan Cook, Wallis, dan Futuna serta Polinesia Prancis. Penyabaran di Indonesia meliputi Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Di Indonesia banyak sinonin (nama alias) yang diberikan untuk menyebut pohon Kalpataru, diantaranya adalah pohon Butun, Keben, dan Putat Laut. Nama ilmiah atau botani pohon Kalpataru sendiri ialah Barringtonia asiatica.


Pohon Kalpataru
Pohon Kalpataru di East Point Reserve, Darwin, Northern Territory, Australia.


Buah Kalpataru bisa terapung di air, yang membuatnya mudah tersebar luas ke banyak pulau-pulau beriklim tropis dan tumbuh secara alami. Tinggi maksimal pohon Kalpataru mencapai 30 meter dengan lingkar batang maksimal 50 cm. Batang kayu Kalpataru sering kali digunakan dalam konstruksi, furnitur, dan juga untuk membuat kano (perahu kecil).




Kadang-kadang pohon Kalpataru ditanam oleh masyarakat jaman dulu sebagai tanaman hias pekarangan. Pohon Kalpataru dan bijinya mengandung saponin yang dapat digunakan sebagai racun ikan. Biji yang digunakan sebagai racun ikan ini seringkali dicampur dengan tuba. Minyak Kalpataru yang berwarna kemerahan didapat dengan memanaskan dan memeras bijinya. Di Jawa, minyak Kalpataru yang diperoleh dari bijinya dapat digunakan sebagai perekat (lem) dalam pembuatan payung, serta untuk membunuh ektoparasit, seperti lintah, kutu, dan lalat.

Jika kamu ingin mencari pohon Kalpataru di alam liar, mungkin saat ini sudah mustahil untuk ditemukan. Terkecuali kamu menelusuri pesisir pantai dan daerah pegunungan yang belum terjamah manusia. Untuk ciri ciri pohon Kalpataru sendiri sangat mudah dikenali, mulai dari daun, bunga, dan buahnya. Berikut ini ciri ciri pohon Kalpataru di alam liar.


1. Daun Kalpataru

Daun Kalpataru

Daun Kalpataru berbentuk bulat telur terbalik, memanjang atau lanset. Seringkali memiliki ujung dan pangkal membulat seukuran 20-60 x 10-24 cm. Daun yang besar kerapkali berseling dengan yang kecil, tepi rata, serupa kulit, dan mengkilat. Sepintas ranting dan dedaunnannya mirip pohon Jambu Monyet / Jambu Mete (Anacardium occidentale), namun daun Kalpataru berukuran jauh lebih besar.


2. Bunga Kalpataru

Bunga Kalpataru

Bunga Kalpataru beraturan, panjang, memiliki tandan, berdiri tegak, dan berbunga di ujung (jarang diketiak daun). Benang sari dan tangkai putik putih dengan ujung berwarna merah, tangkai sari terluar memiliki panjang kurang lebih 10 cm. Bunganya masih agak mirip dengan bunga pohon Trembesi Merah / Red Albizia (Albizia julibrissin).


3. Buah Kalpataru

Buah Kalpataru

Buahnya serupa piramida lebar, berbentuk segi empat (berwarna hijau saat muda, kuning saat matang, coklat setelah tua), dan memiliki panjang kurang lebih 10 cm, dengan kulit buah yang tebal.



Sebutan Keben untuk menamai pohon Kalpataru pernah mendapat predikat sebagai pohon perdamaian. Predikat itu ditetapkan langsung oleh Presiden Soeharto pada Hari Lingkungan Hidup, pada tanggal 5 Juni 1986. Tema Hari Lingkungan Hidup tahun itu adalah "A Tree for Peace".

Tak hanya sebuah nama pohon perdamaian. Keben juga punya makna lain, di dalam Keraton Yogyakarta, terdapat area yang dinamai keben karena area tersebut ditanami pohon Kalpataru. Konon, keben di Keraton Yogyakarta bermakna sebagai lambang negara yang agung dan bersih. Selain itu, keben juga bermakna merangkul kebenaran.

Diluar Yogyakarta, Keben juga bermakna di Pulau Anak Krakatau. Konon, Keben atau pohon Kalpataru adalah tanaman pertama yang tumbuh di pulau itu setelah meletusnya Gunung Krakatau.

Belum ada Komentar untuk "Inilah Sosok Asli Pohon Kalpataru dan Ciri Cirinya Di Alam Liar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel